Catatan Kecil dari Sini…..

Posted: Agustus 23, 2011 in belajar bang

Subhanallah Walhamdulillah Walaailaahaillallah Wallahuakbar…

Tak ada yang pantas hamba haturkan pada-Mu Ya Allah, Tuhan Pencipta Semesta Alam, atas nikmat dan karunia-Mu pada hamba, selain syukur yang teramat tinggi. Hamba selama ini selalu mendapat kemudahan dari-Mu Ya Rabb… Satu persatu nikmat itu turun untuk hamba-Mu yang dhaif ini. Baca entri selengkapnya »

Anakku. Fattah Syauqillah Razi. Malam ini, 8 Mei 2011, tepat satu bulan engkau lahir ke bumi Allah SWT. Puji syukur, ayah dan ummi panjatkan pada Illahi Rabbi, Tuhan pencipta semesta alam yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan rahmat-Nya, Fattah lahir dengan selamat, sehat, tanpa kurang satu apapun.

Tangisan Fattah yang pecah pada 8 April 2011, sekitar pukul 23.41 WIB, membuat air mata ayah keluar tanpa diminta. Angku, Nek Nyak, Abu Cik dan Cik pun begitu antusias menanti kelahiran Fattah. Kata dokter, Fattah lahir dengan berat 3 kg dan panjang 49 cm. Setelah Fattah lahir, ummi masih harus berjuang pascaoperasi.

Supaya Fattah tahu, banyak yang mendoakan agar ummi dan Fattah sehat, selamat menjalani persalinan. Atas izin Allah SWT, semuanya berjalan lancar.

Alhamdulillah, satu bulan berlalu, ummi dan Fattah sudah bertambah sehat. Terkadang, ummi memang masih sering merasakan bekas jahitannya perih. Tapi ummi tak kendur sedikit pun untuk menjaga Fattah. Meski siangnya ummi tak tidur, saat anak terjaga di tengah malam pun ummi masih tersenyum mengganti popok, menjauhkan Fattah dari nyamuk, dan tentu saja menyusui Fattah.

Saat ini usia Fattah satu bulan, nanti satu tahun, kemudian 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun dan hingga usia yang sudah dijanjikan Allah SWT. Tumbuhlah Fattah dengan sehat dan kuat. Dengan segala kekurangan dan kelebihan kita sekarang dan nanti, buatlah agama, keluarga dan negara ini bangga dengan Fattah Syaqillah Razi (Penakluk yang Merindukan Allah dan Tak Pernah Mengecewakan). InsyaAllah, Allah SWT selalu mendekap kita. Amiin…..

APBD Kota Medan 2010, senilai Rp2,3 triliun sudah disahkan, kemarin. Namun proses pembahasan yang tergolong kilat, membuat ajuan anggaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota Medan tetap saja ‘menyakitkan’ meski sudah dibahas wakil rakyat.

Baca entri selengkapnya »

SBY: Ada Motif Politik di Balik Aksi 9 Desember – news.okezone.com.

Satu lagi situs bernilai sejarah di Kota Medan hilang, setelah bangunan tua berupa vila kembar di kawasan elit Jalan Pangeran Diponegoro Medan, dirubuhkan pemiliknya untuk dibangun gedung baru.  Infonya, akan diganti dengan gedung hotel.

Baca entri selengkapnya »

Nama Profesi

AR Ma’mun Produser ANTV
Amirudin KPID Jateng
Ramly Amin Simbolon Wrtw Pos Kota
Henny Widyaningsih Konsultan PR
A Alamsyah Saragih Staf Bank Dunia
Dono Prasetyo Direktur ISAI
Usman Watik Dosen Univ PH

Penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kota Medan ditemukan penyalahgunaan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar. Sebab sejumlah sekolah international turut menikmatinya. Ironisnya lagi, dana BOS ini digunakan untuk perawatan bus sekolah dan kolam renang.

Baca entri selengkapnya »

Medan Islamic Centre senilai Rp92 miliar batal dibangun. Ini kegagalan tahun kedua setelah dianggarkan dalam APBD.  Dalam APBD 2008, Islamic Centre mengikuti program drainase kecamatan Rp8 miliar dan relokasi ternak kaki empat Rp5,6 miliar, sebagai program gagal 2008.

Baca entri selengkapnya »

rofif212Draf rancangan revisi struktur organisasi perangkat daerah akhirnya berada di DPRD Medan. Dalam rancangan itu ada sejumlah perubahan satuan kerja (satker) yang mengacu pada PP No 41/2007 tentang struktur organisasi perangkat daerah.

Baca entri selengkapnya »

//www.itn.ac.id/news/gambar/111179.jpg)

Adelin Lis ketika menandatangani BAP di hadapan Kasat Tipiter Dit Reskrim Polda Sumut, AKBP Manumpak Butar-butar saat penangkapannya beberapa tahun silam (http://www.itn.ac.id/news/gambar/111179.jpg)

Kasasi yang diajukan oleh Kejaksaan Agung atas vonis bebas terdakwa korupsi dan pembalakan liar di Mandailing Natal Sumatera Utara, Adelin Lis, diterima oleh Mahkamah Agung (MA).  Adelin diputus 10 tahun penjara dan denda Rp119,8 miliar.

Informasi ini tentu saja menggembirakan bagi sebagian orang yang mengikuti perjalanan Adelin Lis dari Markas Polda Sumatera Utara hingga kabur dari Rumah Tahanan Tanjung Gusta usai vonis bebas itu 5 November 2007. “Ini baru inkrah,” ujar seorang perwira menengah Polri (tak usah saya sebut nama), yang saat ini menjabat sebagai Direktur Reskrim di Pulau Borneo.

Kenapa tangan ini SMS ke dia?  Karena bagi  saya, perwira ini cukup dekat dengan orang-orang seperti saya (kuli tinta). Nah, saat Adelin Lis kabur dari Tanjung Gusta dia masih bertugas di Polda Sumut. Tak lama setelah Adelin Lis menghilang, perwira ini pun di mutasi menjadi pendidik di PTIK. “Ini tugas, saya harus siap dengan perintah pimpinan,” ujarnya sambil menitiskan air mata kala serah terima jabatan dengan penggantinya.

Lalu apa itu inkrah? Setelah saya tanya pada beberapa ahli bahasa, arti inkrah itu adalah tetap tanpa bisa dibanding lagi.