“Kami Berduka, Mereka Berdua Orang Baik…”
Februari 11, 2008
Suasana duka dan sedikit mencekam begitu kentara ketika memasuki Gang Dame, di Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Area. Maklum saja, warga di gang itu, baru saja diguncang oleh kejadian pembunuhan yang melibatkan dua tetangga terbaik mereka. Kejadian pembunuhan itu melibatkan MYL (19) sebagai pelaku dan Dewi Lestari (28) sebagai korbannya. Cukup ironis memang karena, rumah keduanya nyaris berhadapan. Rumah MYL bernomor 3 sedangkan rumah korban bernomor 4.
Seperti diketahui, Dewi yang akrab disapa Teteh, menjadi korban penikaman oleh MYL yang dipergoki masuk ke rumahnya, Senin (11/2). Karena panik, MYL meraih pisau dapur yang ada di rumah Teteh dan kemudian menikamkanya. Karena terlalu banyak mengeluarkan darah, Teteh akhirnya meninggal dunia saat berada di RS Pirngadi Medan.
“Mereka berdua kami kenal sebagai orang baik. Teteh itu orangnya ramah dan murah senyum. Kalau MYL, tidak pernah punya masalah dengan lingkungan di sini. Dia juga tipe pekerja keras, disuruh korek parit pun dia mau,” ujar Br Sinaga (30) salah seorang tetangga yang ditemui di depan rumah tersangka.
Lebih lanjut katanya, hubungan keluarga tersangka dengan keluarga korban sangat dekat. Bahkan korban mengganggap Ibu pelaku sebagai ibu angkatnya. “Ya begitulah, hubungan mereka dekat. Maka itu Bu As (ibu pelaku-red), sangat terpukul dengan kejadian ini. Jadi saya kira jangan ditanya-tanya dulu,” saran Br Sinaga.
Sementara hal yang sama dilontarkan Franky Sianturi (32) tetangga yang lain. Menurutnya, pelaku merupakan anak yang baik dan pekerja keras. “Dia pernah jadi pegawai saya di usaha rental alat sound system. Selama satu tahun lebih bekerja pada saya, kesan dia (MYL) cukup baik, tidak neko-neko dan penurut,” tukas Sianturi.
Terkait kejadian ini, Sianturi mengaku terkejut dan prihatin. Karena selain pelaku dan korban adalah tetangga yang baik, motif kejadian ini sebatas kebutuhan hidup saja. “Saya juga tidak tahu, mungkin dia butuh uang. Tapi ya itu tadi, kenapa sampai nekat membunuh. Mudah-mudahan Tuhan memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Sedangkan Jhon Tampubolon, mengatakan, dirinya yakin pelaku tidak berniat melukai atau membunuh korban. “Karena kepergok, mungkin dia malu dan panik. Maka itu dia nekat berbuat begitu. Yang jelas, keduanya orang baik. Itu kesan kami, yang kenal mereka di sini,” terangnya. Dari situ juga diketahui, korban bersama suaminya dan seorang adiknya merupakan penduduk baru di kawasan itu. Tidak lebih dari satu tahun. Pantauan Medan Bisnis Senin sore, rumah korban terlihat sepi dan di bagian depan rumah masih melingkar police line. Sedangkan tersangka MYL saat menjalani pemeriksaan intensif petugas kepolisian, setelah diboyong warga ke Mapoltabes Medan.
Informasi diperoleh, jenazah istri dari Supratman (33) karyawan PT Marketama Indah, Tanjungmorawa tersebut, sempat berada di instalasi jenazah RS Pirngadi. Selanjutnya, berdasarkan keterangan tetangga korban, jenazah korban kemungkinan besar dibawa ke kampung halamannya di Cirebon, Jawa Barat.