Nyaris Jadi Korban Trafficking, Angel Kembali ke Pangkuan Keluarga
Februari 17, 2008
Sempat dibawa kabur oleh seorang waria yang diduga sebagai penyalur wanita ke Baganbatu, Riau, sejak 24 Januari 2008. Angel Bulan Agustina (14) penduduk Jalan Multatuli, Medan , kembali ke pangkuan keluarganya, Minggu (17/2). Menurut pihak kepolisian yang menangani laporan ini, Angel dijemput dari salah satu kafe yang ada di Baganbatu. Ya, Angel mau dibawa waria itu karena ditawarin pekerjaan sebagai pelayan kafe….Ternyata, modus tindak pidana perdagangan orang (trafficking in person) mulai merambah Kota Medan karena sebelumnya, polisi membongkar trafficking dari Simalungun. Kejadian yang menimpa anak pasangan Junaidi dan P Br Gultom ini menurut polisi belum bias disimpulkan sebagai kejahatan trafficking. Tidak tahu juga kenapa, tapi begitulah kata polisinya.Begini cerita si Angel, keluarganya curiga saat Angel, yang sehari-harinya berjualan di Warkop Samanhudi, tidak kembali ke rumah. Pihak keluarga sempat kelimpungan mendapati kondisi itu. Setelah ditelusuri keluarga, Angel terakhir kali terlihat jalan bersama Ali. Dari keterangan yang diperoleh keluarga, Ali membawa Angel ke Bagan Batu.
Mendapat keterangan tersebut, Junaidi langsung berupaya mencari Ali. “Sejak saat itu, dia menghilang. Tadi malam (Kamis-red), dia muncul lagi di kawasan Warkop. Langsung saya cecar saja,” kata Junaidi, Jumat (15/2). Saat mendatangi Ali, Junaidi yang dalam keadaan emosi sempat memukul waria penduduk Pasar 10 Tembung Sei Rotan ini.
Tak bisa melawan, Ali langsung diboyong ke Mapolsekta Medan Kota. Di hadapan polisi, Ali mengakui semua perbuatannya. “Katanya, anak saya itu akan dipekerjakan di Bagan Batu. Tapi dia membawanya tanpa sepengatahuan kami. Lagi pula, anak saya itu belum bisa bekerja. Angel masih ingin saya sekolahkan kembali,” kata P br Gultom, saat ditemui di kediamannya. Menurut Br Gultom, putrinya itu memang berhenti sekolah beberapa bulan lalu. Sejak itu, dia mulai bantu berjualan di kawasan Warkop Jalan Samanhudi, Medan.
Sementara tetangga Gultom, Syamsinar (84) menceritakan sepak terjang Ali yang diduga sebagai ‘penyalur’ wanita ke Bagan Batu. Menurutnya, sebulan lalu seorang cucunya, Rani, sempat berangkat ke Bagan Batu. “Waktu itu dia permisi sama kami. Kata Ali, cucu saya akan bekerja di sana. Tapi seminggu berangkat cucu saya pulang. Katanya, tidak ada pekerjaan di sana,” ujar Syamsinar.