Heroin Belawan, Dikendalikan Jaringan Internasional dari LP di Bandung
Februari 24, 2008
Polisi memastikan, temuan heroin seberat 3,32 kg di Belawan, 17 Februari 2008, terkait dengan dua terpidana WN Nigeria yang ditahan di LP Khusus Narkoba, Banceuy, Bandung. Kuat dugaan, heroin Belawan itu merupakan kejahatan yang digalang sindikat narkoba internasional.
Direktur Narkoba Poldasu Kombes Pol Anjan Pramuka Putra yang dihubungi wartawan, Minggu (24/2) menyebutkan peredaran heroin internasional tersebut terungkap dari pengembangan tersangka Rusminah yang ditangkap oleh petugas Bea Cukai Belawan itu.
“Semua masih dalam pengembangan. Setelah kami menangkap Rus, kurir heroin itu di Belawan kami masih perlu melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka ini. Belum ada keterangan lain. Tersangka masih diperiksa,” ujar Anjan yang masih berada di Bandung.
Sementara itu dari informasi yang diperoleh wartawan menyebutkan dua WN Nigeria tahanan narkoba di LP Banceuy dan dipidana mati atas kasus narkoba juga. Selain dua tahanan LP Banceuy ini, disebutkan ada juga penghuni LP Cipinang di Jakarta yang terlibat. Artinya, mereka mengendalikan bisnis haram itu dari balik sel tahanan.
Tersangka Rus, yang ditangkap pihak Bea Cukai Belawan Minggu lalu, diduga adalah kaki tangan dari keduanya yang ditunjuk untuk menjalankan transaksi heroin dari luar tahanan.
Anjan juga menambahkan Polda Sumut sendiri berkoordinasi dengan Mabes Polri guna mengungkap sindikat narkoba internasional tersebut. Informasi terakhir menyebutkan kalau dua tahanan itu telah diboyong dari LP Banceuy untuk menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat IV, Baresekrim, Mabes Polri, Jakarta.
Sebelumnya, kurir heroin itu ditangkap pihak Bea Cukai Belawan, Minggu (17/2) dan langsung diboyong petugas Direktorat Narkoba Polda Sumut ke Mabes Polri, Jakarta. Penemuan heroin itu berawal dari pemeriksaan barang bawaan penumpang kapal laut dari Malaysia yang turun di Belawan. Saat itu petugas menemukan satu bungkusan mencurigakan dan saat dibuka berisi barang haram tersebut.
Selanjutnya, petugas menelusuri pemilik barang itu dan akhirnya petugas Bea Cukai Belawan mengamankan Rus, wanita asal Jakarta yang diduga sebagai kurir dari sindikat narkoba internasional.*
Februari 27, 2008 pukul 3:19 am
ORANG AFRIKA YANG DI INDONESIA PADA UMUMNYA MENJALANKAN BISNIS HARAM, NARKOBA DAN DOLLAR PALSU . JADI MOHON PIHAK APARAT MERAZIA MEREKA. MERKA DATANG KE INDONESIA HANYA MERUSAK WARGA INDONESIA, DENGAN MEMPERDAYA WANITA WANITA INDONESIA SEBAGAI KURIR. MOHON DITINDAK DAN DIPERIKSA TEMPAT GEROMBOLAN MEREKA MEREKA. KALAU PIHAK BERWAJIB MAU MEMBASMI NARKOBA COBA DIPERIKSA SETIAP ORANG KULIT HITAM YANG AD ADI INDINESIA PASTI MELAKUKAN BISNIS HARAM. ( NARKOBA DAN DOLLAR PALSU)