Polres Persiapan Aceh Timur bersama 8 orang anggota Brimob BKO, berhasil membongkar sarang perampok di kawasan tambak Desa Gampong  Balee Buya, Kecamatan Peurelak Kota Aceh Timur, Kamis (27/3) pagi.  Dalam penyerbuan itu, satu tersangka perampok tewas tertembus timah panas petugas.


 Tersangka yang tewas itu yakni, Muslim (35) warga Gampong Balee Buya, Peurelak. Muslim tewas tertembak di bagian leher sebelah kanan di lokasi kejadian. Mengetahui temannya tewas, Naidi (25) warga Krueng Mane, Aceh Utara, menyerah sambil mengangkat kedua tangan ke atas.
 Bersama kedua tersangka, petugas menyita satu senpi AK-47, No 1963T3120. No Grendel KC 6743, 130 amunisi AK-47 aktif, 3 magazin, satu amunisi revolver, tempat peluru, proyektil peluru, proyektil amunisi AK -47.
 ”Kemudian ada juga  parang panjang, dokumen, pelampung, tikar, kain panjang, buah obeng, botol minyak wangi merk singer,1 roll film dan foto perjuangan GAM,” kata Kapolres persiapan Aceh Timur, AKBP Ridwan Usman didampingi Kabag Ops, AKP Sulaiman YS kepada wartawan, di Mapolres.
 Ridwan menjelaskan, penggerebekan itu berbekal informasi warga, pihak aparat keamanan melakukan pengintaian dan investigasi beberapa hari, di kawasan tambak di Desa Gampong Balee Buya Kecamatan Peurelak Kota Aceh Timur, yang disebut sebagai sarang perampok.   “Setelah data lengkap,  kami susun strategi untuk menyerang sarang perampok yang selama ini telah meresahkan warga,” kata Ridwan, yang juga mantan Kasubbid Humas Polda Sumut.
  Sekitar Kamis pukul 06.00 pagi,  penyergapan dipimpin Kapolres bersama 8 orang anggota Brimob BKO. Mereka langsung mengepung lokasi persembunyian parampok tersebut.  Bagai film perang, setelah merayap mendekati gubuk yang ada di sekitar tambak, polisi memberikan satu tembakan peringatan untuk pancingan. 
 Rupanya, komplotan perampok itu sudah bersiap dengan senjata masing-masing. Saling tembak pun tak terhindarkan. “Begitu mendengar suara tembakan, dua orang perampok yang berada di gubuk, langsung menembak membabi buta,” ungkap Kapolres.
 Lalu, polisi membalas tembakan tersebut. Kondisi mencekam terjadi saat kontak tembak itu. Setelah melakukan kontak tembak hampir satu jam Muslim yang diduga sebagai tersangka perampok, tewas.  Sedangkan rekannya Naidi, menyerahkan diri dan diboyong ke mapolres untuk penyidikan. Sementara jenazah, Muslim di bawa pihak keluarga untuk dimakamkan.
 DISISIR
 Menyikapi temuan ini, anggota Polres Persiapan Aceh timur terus melakukan penyisiran di sekitar tambak dan tempat–tempat yang di duga sarang kawanan perampok karena kawanan tersebut diduga kerap melakukan perampokan di wilayah Peurelak yang sudah meresahkan warga. Di duga jumlah anggota komplotan perampok ini banyak.
 Ridwan menambahkan, kedua tersangka dan komplotannya diduga sebagai pelaku sejumlah kasus perampokan dan penembakan di kawasan Aceh Timur.  “Kami akan terus mengusut kasus ini. Tersangka akan kami periksa intensif untuk membongkar aksi-aksi kejahatannya,” tukasnya.
 Menurut Kapolres, komplotan ini tidak hanya melakukan aksinya di darat tapi juga merompak di laut dengan menggunakan Kapal Sumber Nusantara -9 (280 PK) milik Bliter Gultom, P Indah lingkunan II Medan dan satu unit Kapal Kirana Mandiri ukuran 26618 milik Zakaria. “Ini adalah kriminal murni. Kami akan terus melakukan penyisiran lebih intensif di TKP. Semua pihak yang terlibat akan kami selidiki,”ujar Kapolres. (rozi/mag-5)

Tinggalkan Balasan