“Kami akan tersingkir jika hanya bermain imbang. Tapi, kami mampu kembali dan tim bermain sangat fantastik. Tim kami mampu berjuang keras hingga pertandingan usai dengan percaya diri. Itulah kunci kemenangan ini. Kami akan menikmati kemenangan kami saat ini dulu. Baru setelah itu baru kami akan memikirkan Chelsea,” ujar Rafael Benitez.

GOL Emanuele Adebayor di menit 83 yang menyamakan skor menjadi 2-2 membuat kubu Liverpool bak hilang harapan. Tapi lagi-lagi, atmosfer intimidatif yang bergemuruh di Stadion Anfield, mampu membalikkan keadaan untuk mempertahankan kedigdayaan The Reds di ajang Eropa.
Masuk lapangan di menit 80, Ryan Babel, menjadi ‘bandit’ dari kekalahan Arsenal atas Liverpool 4-2 (1-1). Pelanggaran Kolo Toure terhadap dirinya dan gol klasik The Dutchman, membenam The Young Gunners, Arsenal di stadion keramat milik Liverpool, Rabu dinihari kemarin.
Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa si Merah memang punya rekor Eropa yang lebih baik dari lawannya. The Reds akan bermain di babak semifinal, untuk bertemu Chelsea yang menumbangkan wakil Turki, Fenerbahce. Sedangkan bagi Arsenal, langkah harapan mereka untuk merengkuh gelar tinggal di ajang liga domestik.
Laga leg kedua di Anfield Stadium, Wenger tetap memasang Emanuele Adebayor sebagai ujung tombak. Penyerang Togo itu disokong oleh trisula Aliaksendre Hleb, Cesc Fabregas dan Mathiu Flamini untuk merusak benteng Marten Skrtel dan Sami Hyypia.
Sedangkan Rafael Benitez memasang taktik berbeda pada pertandingan kali ini. Rafa menurunkan tiga bomber sekaligus yakni Peter Crouch di kiri, Fernando Torres di tengah dan Dirk Kuyt di kanan, untuk menggedor pertahanan Arsenal.
Namun, The Gunners mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. Hasilnya para Liverpudlian dihentak dengan gol cepat Aliou Diaby di menit 13. Diaby mencetak gol setelah dengan menyelesaikan umpan yang dilepaskan Alexander Hleb, Arsenal memimpin dengan skor 1-0.
Tertinggal Liverpool tidak tinggal diam. The Reds coba bangkit dengan menekan balik pertahanan Arsenal. Upaya Torres dan Crouch masih mampu diredam William Gallas dkk yang bermain sangat taktis malam itu.
Namun Usaha The Reds membuahkan hasil. Tim tuan rumah mampu menyamakan kedudukan di menit ke-30 melalui sundulan terarah Sammy Hyypia, ke pojok kiri gawang Arsenal usai menerima sepak pojok Steven Gerrard. Tak lama, Flamini terpaksa ditarik keluar karena cedera usai berduel dengan Gerrard. Skor 1-1 ini bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua giliran Liverpool yang menekan sejak awal. Peluang langsung tercipta Torres. Tapi, bola masih mampu diselamatkan Almunia. Gilberto Silva yang masuk menggantikan Flamini, tidak berdaya menahan gempuran-gempuran The Reds.
Badai El Nino
Akhirnya Liverpool berhasil unggul lewat gol yang dilesakkan oleh Torres pada menit 68. Gol itu tercipta lewat skill El Nino -julukan Torres- yang melepaskan tendangan tanpa melihat gawang dan bola tak mampu dihalau Almunia. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan Liverpool.
Gol itu membuat Pelatih Arsenal Arsene Wenger panik. Wenger memasukkan dua pemain bertipe menyerang sekaligus Robin van Persie dan Theo Walcott. Taktik cukup berhasil pada awalnya. Sebab, Arsenal kembali sempat membuat publik Anfield bungkam setelah Adebayor menjebol gawang Reina.
Gol ini terjadi berkat kerja keras Walcott yang berhasil melawati empat pemain Liverpool, sebelum akhirnya mengirim umpan matang ke Adebayor. Skor berubah 2-2.
Tapi nasib naas dialami Arsenal. Pasalnya, satu menit kemudian Liverpool kembali berbalik unggul 3-2 melalui titik penalti Gerrard. Penalti terjadi setelah Ryan Babel dijatuhkan Kolo Toure di kotak terlarang. Putusan wasit atas penalti ini dikecam kubu Arsenal.
Babel pun akhirnya menjadi mimpi buruk Arsenal. Holland connecttion terjadi. Memanfaatkan umpan lambung Dirk Kuyt, Babel adu sprint dengan Fabregas yang sendirian garis pertahanan Arsenel. Cesc yang kalah tenaga, tak mampu mengejar Babel yang lalu memperdaya Almunia untuk menutup pertandingan dengan kemenangan Liverpool 4-2. The Reds lolos ke semifinal dengan agregat total 5-3.(ozi)

Tinggalkan Balasan