Dede ‘Jojo’ Yusuf Wagub Jabar
April 13, 2008
Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (PKS-PAN, No Urut 3) tampaknya tak terbendung untuk menempati kantor Gubernur Jawa Barat hingga lima tahun mendatang. Data quick count menunjukkan ‘Jojo’ bakal jadi Jabar II dan pindah ruang kerja dari Senayan yang kemaren ribut sama SLANK, ha..ha.. Meski masih banyak suara yang belum dihitung, optimis boleh kan? Bagaimana kiprah PKS-PAN di Pilgub Sumut, karena dua partai ini mendukung calon yang berbeda. Atau, pasangan No Urut 3 juga yang bakal menang di Pilgub Sumut. Ah… nanti saja itu, kita cerita si Jojo dulu..
Hasil perhitungan cepat (quick count) Pilgub Jawa Barat menunjukkan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) semakin tak terbendung. Hingga pukul 17.48 WIB, pasangan ini mengantongi 40,12 persen suara. Sementara data KPU Jabar Pukul 18.00 pasangan PKS-PAN ini unggul dengan 36 persen.
Data dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), hasil perhitungan dari 97,75 persen suara di Jabar masih mengunggulkan pasangan Hade. Posisi kedua, ditempati pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim sebesar 34,06 persen. Sementara itu calon incumbent, Danny Setiawan-Iwan Sulandjana menduduki posisi buncit dengan perolehan 25,82 persen.
Kondisi tidak jauh berbeda juga diprediksi Lembaga Survei Indonesia (LSI). Lembaga yang dipimpin Syaiful Mujani ini mencatat, posisi tertinggi masih diduduki pasangan Hade dengan perolehan 39,46 persen.
Posisi ke dua ditempati pasangan Aman dengan perolehan 35,46 persen. Sementara posisi juru kunci tetap diduduki pasangan Dai dengan perolehan 25,08 persen.
Hasil perhitungan cepat yang mengunggulkan pasangan cagub dan cawagub Ahmad Heryawan- Yusuf Effendi (Hade) memang mengejutkan.
Meski hanya didukung dua parpol yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN), Hade mampu menyingkirkan pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman) yang diusung tujuh parpol.
Ini membuktikan peran partai plotik pengusung cagub dan cawagub tidak memiliki banyak pengaruh. “Ini bukti mesin partai tidak jalan dalam pemilihan kepala daerah,” ujar Pengamat Politik J. Kristiadi.
Hasil perhitungan cepat yang diluar dugaan tersebut menurut Kristiadi merupakan konsekuensi dari sistem demokrasi prosedural. Pilkada bisa saja membuahkan pemimpin yang belum berpengalaman.
”Hasilnya mengejutkan, apa bisa di melaksanakan tugas untuk mengurus propinsi besar seperti Jawa Barat,” imbuhnya.
Kristiadi menyatakan sistem demokrasi prosedural harus segera diperbaiki agar dalam setiap pemilihan kepala daerah bisa menghasilkan pemimpin yang jam terbangnya cukup.
”Hasil ini sangat berpengaruh pada 2009 nanti, dan akan memberi semangat dalam pertarungan di dunia politik. Dan yang muda pasti akan diperhitungkan,” tegasnya.
Bagaimana Pilgub Sumut dua hari lagi. Apakah pasangan muda, pasangan dengan banyak partai, atau yang sebaliknya yang akan menang. Tunggu bahasan lanjut ya…(olahan okz)
April 14, 2008 pukul 3:48 am
Ya….kan belum final, tetapi gak apa-apalah saya pribadi mengucapkan selamat kepada pasangan HADE. SEmoga janji -jnji kampanyenya dapat terealisasi minimal 80 % lah.
April 14, 2008 pukul 4:28 am
semoga amanah dan bisa membawa jabar lebih maju lagee
April 14, 2008 pukul 4:58 am
Allahu Akbar. Semoga amanah ini selalu terjaga dihati maupun tindakan.
April 14, 2008 pukul 5:33 am
Ya… Sabar… menunggu.. ya mas
April 14, 2008 pukul 6:00 am
April 14, 2008 pukul 5:39 pm
ass salam kenal,,, kemenangan HADE merupakan tonggak dari supremansi hukum dalam menindak para koruptor,, silahkan baca posting saya HADE menang, Danny masuk Bui silahkan klik Disini