Ada kabar menarik sekaligus mengejutkan dari Aceh (setidaknya bagi saya…). Gong Integritas Bangsa yang dibuat Komunitas Tiong Hua Anti Korupsi (KONTAK), ditolak keberadaanya oleh Pemerintah Kota Sabang. Pasalnya pada bagian tengah gong tersebut terdapat lafaz Allah, yang ditempatkan berdampingan dengan lima lambang agama lain dan ratusan lambang organisasi. Gong tersebut nantinya akan dipukul bergantian oleh 20 orang perwakilan elemen masyarakat sebagai lambang pemersatu bangsa, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang dipusatkan di Sabang, Mei 2008.

“Hal itu sangat sensitif. Karenanya, kita minta untuk segera di lakukan perubahan dan sebaiknya itu ( tulisan lafaz Allah, red) dihilangkan semua termasuk lambang agama lain diganti dengan Pancasila saja sudah cukup untuk mewakili enam agama yang ada di Indonesia,” ujar Sekda Kota Sabang, Sofyan Daud. Dia menjelaskan, pihaknya mengkhawatirkan bila tulisan Allah pada gong tersebut akan menimbulkan persoalan di masyarakat karena itu bukan hal yang wajar. Sebelumnya, gong raksasa tersebut tiba di Sabang dari Jakarta sejak Rabu (16/4) lalu. Selanjutnya akan diletakkan di Tugu depan Kantor Walikota Sabang pada 21 April mendatang.

Disebutkan, terkait adanya lima lambang agama, termasuk lafaz Allah yang ada di bagian tengah gong tersebut, menurut laporan sudah memperoleh rekomendasi dari perwakilan ulama pusat. Rekomendasi tersebut juga diperkuat dengan tanda tangan beberapa elemen masyarakat sebagai bentuk persetujuan. Terutama soal bentuk, ukuran dan lambang yang tertuang dalam sebuah buku panduan milik KONTAK. Namun hal tersebut ternyata menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat muslim di Sabang.

Anggota DPRK Sabang FPKS, Qadri, mengakui terkejut dengan informasi tersebut. Dia sebaliknya menentang keras adanya lafaz Allah pada gong itu karena menurutnya masih banyak lambang lain yang bisa mewakili agama Islam. “Kita takut ada unsur pendangkalan akidah di sini. Saya juga menentang hal itu dan saya mohon lambang itu segera diganti sebelum acara pemukulan gong dilakukan,”ujarnya

Dia menyebutkan, bila lembaga dan komponen termasuk semua elemen masyarakat mungkin dapat disatukan dalam bentuk satu bulatan seperti gong raksasa yang di klaim sebagai lambang integritas bangsa. Tapi, katanya, itu tidak berlaku terhadap agama. Karena umat Islam punya prinsip sendiri. “Yakni, Agamamu untuk mu dan Agamaku untuk ku. Jadi tidak dapat disatukan,” kata Qadri.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sabang selaku Panitia Penyelenggara Harkitnas, Ridwan MD, mengatakan, rencananya pemukulan gong tersebut akan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini terkait dengan agenda Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil akan mengikuti rapat kabinet pada 21 April ini. Sementara belum ada klarifikasi pihak KONTAK mengenai Gong ‘Integritas’ tersebut.(rakyataceh/foto:rizal)

Tinggalkan Balasan