Hasil Pilkada Gubsu 2008 menjadikan pasangan Syampurno sebagai Gubsu-Wagubsu 2008-2013. Setelah itu perpolitikan Sumatera Utara tetap menarik untuk dibicarakan. Meski terdengar lucu, Syamsul Arifin (Wak ‘Ndut, red) akan menggantikan Ali Umri sebagai Ketua DPD Golkar Sumatera Utara. Mau tahu kenapa, saya hanya mengambil pernyataan dari Firman Subagyo, salah satu petinggi Partai Golkar yang berkata, “Bang Syamsul kan kader Golkar juga…” di acara Dialog Today, Metro TV, Selasa (22/4) malam. Ucapan ini dianggukkan Wak ‘Ndut beriring tepuk tangan bercampur tawa orang-orang yang hadir di situ.

Dialog itu sendiri mempertemukan pasangan Syampurno (Gub-Wagub Sumut, pasangan Hade (Gub-Wagub Jabar) dengan tiga panelis yakni Fachry Ali (pengamat politik), Firman Jaya Daeli (PDI-P) dan Firman Subagyo (PG). Dipandu Mutya Hafid, dialog itu mencoba mengupas ‘Kebangkitan PKS di Pilkada vs Golkar-PDIP’. Kata-kata dalam tanda kutip itu saya ambil dari SMS rekan ukhti saya, yang ternyata (saya baru tahu,red) pengurus teras DPW PKS Sumut, untuk menonton acara itu jam 22.00 WIB. Saya tidak ingin membahas PKS sekarang, tapi Syamsul dan Partai Golkar.

Saya menyaksikan dialog itu di rumah sebelah bersama beberapa kawan-kawan pemain leng (permainan kartu joker), karena mau menunggu pertandingan Liverpool v Chelsea, tiga jam ke depan. Kami yang menonton tertawa terbahak melihat dan mendengar ucapan Syamsul yang menurut Fachry Ali, merupakan bentuk keluguan, kejujuran dan apaadanya dari sosok Syamsul.

Nah, pemikiran Syamsul akan menggantikan Ali Umri muncul dibenak saat Firman Subagyo menyampaikan tanggapannya atas kemenangan pasangan Syampurno di Sumut. Pertanyaan Mutya jelas, menyudutkan partainya. Setelah berputar sana-sini dengan bahasa politik, keluar kalimat pujian dari mulut Firman dan ujungnya kalau tak silap itu tadi, “Bang Syamsul kan kader Golkar juga…”.

Lantas Mutya yang kenal baik dengan Syamsul karena bolak-balik ke Medan (ya kan mbak..?) pun kira-kira berujar seperti ini, “Waktu mencalonkan tak disetujui, sekarang sudah menang dipuji-puji,” ya sudah kami yang menonton tertawa lagi. Lebih yakin lagi saat Firman memfeed-back ucapan Mutya dengan menyatakan bahwa pemilihan Pasangan Calon yang diusung Partai Golkar di Pilkada Sumut mutlak keputusan DPD Partai Golkar Sumut (apaan tuh…?).

Saya makin yakin lagi waktu Firman Subagyo mengakui bahwa suara konstituen Golkar terbagi tiga (UMMA-WARAS-SYAMPURNO). Imbasnya, Umma yang jagoan Golkar terpuruk. Lebih menguatkan keyakinan saya Ali Umri diganti, waktu Firman mengakui bahwa dua kader Golkar yang menggunakan sampan lain (Abah Wahab-Syamsul) lebih ‘hebat’, terkenal di masyarakat dan merakyat dari pada Umri.

Akhirnya memang, saya tidak tahu kapan dan bagaimana Syamsul akan menggantikan Umri. Tapi di acara itu Syamsul juga mengatakan “Melihat kuning-kuning di sini agak tenang juga hati awak, ada juga anggota awak rupanya,” silakan tafsir sendiri. Selain saya awam dengan persoalan partai dengan segala tetekbengek dan prosedur serta tatibnya, urusan mengganti Umri dengan Syamsul tidak dalam kapasitas saya. Tapi saya yakin, Pak Jusuf Kalla tahu apa yang harus dilakukannya. Ya paling tidak sebagai pertimbangan Bapak JK yang juga Wakil Presiden RI, saya cuma mau bilang “Gubernur (Sumut) pasti lebih baik dan ‘hebat’ daripada Walikota (Binjai) untuk Golkar pak,” Ah… macam betul aja..(roziaja)