Journalist Days Out Djarum 2008 Batch 1
Mei 25, 2008
Dingin, seram, dan lelah. Tiga kata itu mengantar penulis dan puluhan jurnalis lainnya di kawasan hutan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu, Cikole, Lembang, Jawa Barat, 19-20 Mei 2008. Setelah kami melalui dua hari di tempat itu dengan kegiatan outbond, ungkapan berubah menjadi bersenang-senang, seru dan yang pasti kebersamaan.
Ya, Journalist Days Out Djarum 2008 Fun & Challenge memang menyihir kepenatan para jurnalis yang setiap harinya berkutat dengan pekerjaan dan rutinitas sebagai kuli tinta dan pemburu berita, menjadi sebuah kebersamaan di antara jurnalis se Indonesia Wilayah Barat dan awak Djarum.
Para jurnalis datang dari sejumlah propinsi di antaranya NAD (Metro Aceh, Serambi Indonesia dan Aceh TV), Sumatera Utara (Posmetro Medan, Sumut Pos, Analisa, Waspada), Sumatera Barat (Padang Ekspres, Padang TV dan Singgalang), Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Jakarta dan yang paling jauh Pontianak, Kalimantan Barat.
Ada sekitar 50-an jurnalis yang berkesempatan mengikuti even Djarum yang memang ditujukan untuk mendekatkan diri dengan awak media sebagai rekan.
“Tidak ada yang lain. Acara ini memang bertujuan untuk mendekatkan kita (Djarum, red) dengan rekan wartawan yang kerap membantu Djarum dalam keseharian di setiap propinsi,” kata Marketing Services Djarum, Johanes AT saat ditanya Metro Aceh.
Dua malam tiga hari di lokasi outbond milik Zone 235 Simulasi Tempur menjadi pengalaman tersendiri. Boleh di bilang, tak ada jurnalis yang senang dengan perbuatan para instruktur outbond yang dinilai overacting. “Tapi mau bagaimana lagi, outbond ini dan segala aktivitasnya berada dalam kekuasaan dan peraturan mereka (Zone 235, red) bukan aturan Djarum. Saya saja tak bisa mengelak. Enjoy aja,” ujar team leader Djarum NAD, Zakaria Hasibuan, yang juga ikut dalam outbond.
Berbaur dan bekerjasama (sinergisitas, red) dengan rekan-rekan peserta outbond lainnya menjadi satu-satunya cara untuk mengusir rasa kesal dengan aturan seperti kesatuan militer. Bayangkan saja, kami yang jurnalis, yang biasa begadang, harus bangun pukul 04.30 WIB untuk senam. Ah.. rasanya ingin lari saja. Tapi itu tadi, kebersamaan mampu meredam ego kami meskipun awalnya tidak saling kenal satu sama lain.
Sejumlah permainan (games) diciptakan pengelola dari Zone 235 Simulasi Tempur untuk mengasah kemampuan personal maupun tim. Permainan di atas ketinggian, harus diakui memicu adrenalin penulis dan rekan jurnalis lainnya. Tak sedikit rekan jurnalis yang gemetaran saat ‘dipaksa’ menuruni tebing (raffling, red) atau flying fox. Belum lagi permainan tali dua, yang disebut Zone 235 untuk memacu kita agar tidak mudah menyerah menghadapi rintangan. “Ugh… sakit memang, tapi sudahlah nikmati saja,” ujar penulis pada rekan sepenanggungan.
Tapi akhir outbond rasa sakit itu berupah sebuah kesenangan. Berbaur dengan rekan jurnalis se Indonesia wilayah barat sambil menikmati kambing guling tanah sunda dan alunan live musik menutup petualangan kami di hutan Cikole, Lembang, Jawa Barat. Tujuan selanjutnya adalah Jakarta. Di ibukota negara ini, kami menyaksikan konser James Blunt, musisi bersuara khas asal Inggris. (*)